Sebagai pelajar baru di sekolah, banyak benda baru yang dia perlu cari. Seperti kawan baru, makwe baru, sumber inspirasi baru dan gaya hidup baru.

Namun, benda baru lain pula yang dia jumpa: sebuah buku lama yang membawa dia untuk belajar ilmu-ilmu baru. Buku yang sarat dengan cara-cara memanggil hantu, menjampi, dan maklumat tentang hal mistik yang tidak pernah dia tahu.

Pada masa yang sama, dia juga telah menarik perhatian si pemerhati yang baru.

Menyedari yang dia dan orang di sekelilingnya dalam bahaya, Iskandar perlu menemukan jalan untuk menyelamatkan semua orang.

Mampukah dia menyorok daripada entiti yang dia sendiri tak nampak?

ENTITI


Banyak orang mengatakan bahwa sejarah ditulis oleh para pemenang. Hal ini sama sekali tak mengejutkan alias wajar belaka. Tetapi, bagaimana jika sejarah—atau apa yang kita ketahui sebagai sejarah—ditulis oleh orang yang salah? Bagaimana jika semua yang telah kita ketahui hanyalah bagian dari cerita yang salah tersebut?

Dalam buku kontroversial yang sangat tersohor ini, Jonathan Black mengupas secara tajam penelusurannya yang brilian tentang misteri sejarah dunia. Dari mitologi Yunani dan Mesir kuno sampai cerita rakyat Yahudi, dari kultus Kristiani sampai Freemason, dari Karel Agung sampai Don Quixote, dari George Washington sampai Hitler, dan dari pewahyuan Muhammad hingga legenda Seribu Satu Malam, Jonathan menunjukkan bahwa pengetahuan sejarah yang terlanjur mapan perlu dipikirkan kembali secara revolusioner. Dengan pengetahuan alternatif ihwal sejarah dunia selama lebih dari 3.000 tahun, dia mengungkap banyak rahasia besar yang selama ini disembunyikan.

Buku ini akan membuat Anda mempertanyakan kembali segala sesuatu yang telah diajarkan kepada Anda. Dan, berbagai pengetahuan baru yang diungkapkan sang penulis benar-benar akan membuka dan mencerahkan wawasan Anda.

Jonathan Black adalah nama pena dari Mark Booth. Ia belajar di Ipswich School dan Oriel College, Oxford, mengambil Jurusan Filosofi dan Teologi. Ia telah bekerja dalam dunia penerbitan lebih dari dua puluh tahun, dan saat ini mengepalai Century, sebuah penerbit dari Random House UK. The Secret History of the World (oleh Penerbit Alvabet diterbitkan dengan judul Sejarah Dunia yang Disembunyikan) merupakan hasil dari pembacaan literatur sepanjang hidup dalam bidang ini, dan berkeliaran di toko-toko buku kuno.

Sejarah Dunia Yang Disembunyikan (Hardcover)


Dalam buku ini, Benedict Anderson menyelidiki gelanggang perpolitikan dan kebudayaan akhir abad ke-19 dengan berfokus pada gerakan anarkisme militan di Eropa dan benua Amerika, runtuhnya imperium Spanyol yang ditandai dengan pemberontakan bersenjata José Martí di Kuba dan tumbuhnya nasionalisme Filipina, serta protes-protes antimperialis di Tiongkok dan Jepang. Anderson memetakan interaksi intelektual yang kompleks antara dua penulis besar Filipina, José Rizal dan Isabelo de los Reyes, dengan perpolitikan dan sastra avant-garde Eropa dan menunjukkan bagaimana simpul-simpul terbentuk dan terhubung dalam suatu “globalisasi perdana” antara gerakan-gerakan nasionalis dengan para aktivis anarkis global saat itu.

"Di Bawah Tiga Bendera" adalah karya brilian yang sungguh orisinal, eksplorasi menggetarkan tentang keterkaitan saling-silang antara perjuangan kemerdekaan di tingkat nasional dengan arus politik di aras global.

Di Bawah Tiga Bendera: Anarkisme Global dan Imajinasi Antikolonial (Seri Mengkaji Anarkisme)


Kita tidak perlu lagi takut dengan sejarah kita sendiri. Sejarah kita bukanlah hulubalang dan keris yang tewas dengan meriam-meriam Portugis.

Sejarah yang diceritakan tanpa asas-asas yang kukuh hanyalah dongengan semata.

Rentaka Sekalian Bijasura adalah senjata yang ditempa Srikandi untuk semua. Walau hitam atau putihnya sejarah itu, ia mesti mendidik kita menjadi berani dan kuat.

Sejarah bukan lagi untuk berpenglipur lara mengalir air mata, tetapi sebagai azimat perjuangan membantai kelesuan hidup, mengalir sebagai adiwira.

Rentaka Sekalian Bijasura


Belajar bagaimana Korea Selatan bina balik premis-premis bersejarah mereka yang musnah akibat perang untuk kekalkan identiti dan perkasakan jatidiri mereka.

Baca bagaimana bangsa Jerman terpukul dengan begitu dasyat selepas Perang Dunia Kedua, satu bangsa menempuh zaman kegelapan.

Tapi orang Jerman ini keyakinan diri dia, jatidiri dia kental macam Panzer. Lepas jatuh teruk, mereka bangkit buat ‘wirtschaftswunder’. Kita bukan pokok, kita boleh bergerak ke mana-mana dan para penjajah itu bukanlah dewa-dewi yang perlu ditakuti. Dakwat mereka sudah lama kering, jasad mereka sudah lama reput, mengapa kita perlu merelakan diri diperbodohkan lagi?

Belajar sejarah untuk melawan perasaan rendah diri. Untuk benar-benar mengaku merdeka, kita mesti benar-benar mencorakkan masa depan sendiri menurut kemahuan sendiri.

Kursani Segenap Bimasakti


Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri.

Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi di mataku. Namun ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi.

Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih.

Aku sadar, terkadang orang yang kita cintai diciptakan Tuhan bukan untuk dimiliki, tetapi aku ingin Tuhan menciptakanmu untuk memilikiku.

Setelah Hujan Reda

Sembang Buku

© Lubuk Buku Malaysia. Design by Fearne.