Belajar bagaimana Korea Selatan bina balik premis-premis bersejarah mereka yang musnah akibat perang untuk kekalkan identiti dan perkasakan jatidiri mereka.

Baca bagaimana bangsa Jerman terpukul dengan begitu dasyat selepas Perang Dunia Kedua, satu bangsa menempuh zaman kegelapan.

Tapi orang Jerman ini keyakinan diri dia, jatidiri dia kental macam Panzer. Lepas jatuh teruk, mereka bangkit buat ‘wirtschaftswunder’. Kita bukan pokok, kita boleh bergerak ke mana-mana dan para penjajah itu bukanlah dewa-dewi yang perlu ditakuti. Dakwat mereka sudah lama kering, jasad mereka sudah lama reput, mengapa kita perlu merelakan diri diperbodohkan lagi?

Belajar sejarah untuk melawan perasaan rendah diri. Untuk benar-benar mengaku merdeka, kita mesti benar-benar mencorakkan masa depan sendiri menurut kemahuan sendiri.

Kursani Segenap Bimasakti


Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri.

Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi di mataku. Namun ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi.

Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih.

Aku sadar, terkadang orang yang kita cintai diciptakan Tuhan bukan untuk dimiliki, tetapi aku ingin Tuhan menciptakanmu untuk memilikiku.

Setelah Hujan Reda


Pada akhirnya, kamu hanya perlu mensyukuri apa pun yang kamu miliki hari ini. Walaupun yang kamu tunggu tak pernah datang.

Walaupun yang kamu perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. Nikmati saja.

Kelak, dia yang kamu cintai akan tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.

- Boy Candra -

Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang


Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya, berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, sering kali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan sering kali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?

Sungguhlah, hal paling menyedihkan untuk ditatap di dunia ini adalah perempuan yang sedang patah hatinya. Walau kau tahu, setelah patah hati selalu ada cinta yang lebih baik. Jangan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang salah. Sesuatu yang seolah menyakitimu. Kau dan aku pernah sepakat, bahwa bukan cinta yang menyakiti manusia. Sebab pada hakikatnya, cinta adalah kebahagiaan, walaupun patah hati tetap saja bisa menjadi kenangan tidak menyenangkan yang berulang.

Beberapa orang tak akan percaya, bahwa kenyataan kadang terlalu sakit baginya, hal yang menjadi alasan untukku menulis cerita-cerita di buku ini. –Boy Candra

Satu Hari di 2018


Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling membahagiakan?

Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya.

Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mampu kusembunyikan ketika mengingatmu.

Namun, aku sadar. Harapan-harapan yang dulu sempat memudar, harus kubangun lagi dan kumulai. Bukankah tak salah bila aku ingin mengulang rasa yang dulu pernah ada? Meski kutahu, rasa itu tak akan benar-benar sama.

Karena, cinta bukan tentang bagaimana rasa itu jatuh, melainkan bagaimana ia tetap bisa hidup di dada yang rapuh.

Pada Senja yang Membawamu Pergi


Prof Dr Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenali dengan gelaran Buya Hamk, lahir di Maninjau, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 Februari 1908; meninggal dunia di Jakarta, 24 Julai 1981, pada umur 73 tahun. Beliau adalah sasterawan tersohor Nusantara, sekaligus ulama, pujangga dan ahli falsafah serta aktivis politik. Bahkan, terkini beliau dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. 113/TK/Tahun2011, pada 9 November 2011.

"Jika anak Adam itu dua lembah emas, mereka akan minta legi lembah ketiga. Tetapi tidaklah akan memenuhi perut anak Adam selain daripada tanah." (Al-Hadis) Tetapi akan terus menerus sajalah begitu keadaannya? Ini pun telah dijawab oleh Baginda SAW, Baginda bersabda: "Kebaikan akan tetap ada padaku dan pada umatku sampai hari kiamat.

Prinsip & Kebijaksanaan Dakwah Islam

Sembang Buku

© Lubuk Buku Malaysia. Design by Fearne.