Gramedia Pustaka Utama

Pesawat kecil kami mendarat di negeri antah-berantah. Saat pesawat itu mulai merendah, aku bisa melihat hamparan hijau yang tak terlalu lebat, juga tak benar-benar hijau. Hijau yang kering dan lesu, namun justru terlihat ramah dan tak menakutkan untukku.

Perjalanan ke salah satu wilayah terluar Indonesia mengantarkan Matara, gadis berusia dua belas tahun, pada petualangan menakjubkan yang belum pernah ia bayangkan. Dunia yang serbaganjil pun menjadi sebuah kenyataan baru untuknya.

Mata Di Tanah Melus


Sebagian besar cerita dalam buku ini berkisah tentang orang-orang malam: kehidupan dan percintaan yang berlangsung di malam hari. Apakah hidup memang menjadi lain pada waktu malam? Apakah malam hanya berarti gelap, atau merupakan suatu makna? Buku ini tidak hanya berkisah tentang cinta, tetapi tentang sisi gelap dalam kehidupan manusia yang selalu mempunyai rahasia. Gelap tidak selalu berarti jahat, gelap adalah gelap, di mana segala sesuatu hanya nampak remang-remang.

Ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, penulis cerita pendek yang mendapat South East Asia (SEA) Write Award 1997 dari Kerajaan Thailand, Penghargaan Penulisan Karya Sastra 1997 (Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi), dan Hadiah Sastra 1997 (Negeri Kabut). Bukunya Saksi Mata diterjemahkan Jan Lingard sebagai Eyewitness, mendapat Dinny O’Hearn Prize for Literary Translation 1997 di Australia.

Kumpulan cerpen lain dari penerbit buku ini, Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, disambut baik dan mengalami cetak ulang.

Atas Nama Malam


Untuk yang lagi jatuh cinta.
Untuk yang sedang patah hati.
Untuk yang bersiap-siap ingin jatuh.

Saat kau jatuh cinta, kau sedang merayakan hidup.
Kau sedang merayakan sebuah kebahagiaan.

Rayakanlah cinta. Rayakanlah setinggi-tingginya.
Jika kau senang, tertawalah sekencang-kencangnya. Jika kau merindu, rindulah sepedih-pedihnya. Jika kau sakit, menangislah sesakit-sakitnya.

Cinta itu sebuah anugerah. Cinta itu sebuah mukjizat.
Hampirilah cinta. Peluklah dengan sedalam-dalamnya. Nikmati waktumu, nikmati perasaanmu, nikmati segala kebahagiaanmu.

Aku ingin jatuh cinta. walau pedih. walau kecewa. Aku lebih baik merasakan sakitnya cinta daripada tidak merasakan apa-apa. Aku ingin jatuh cinta sesakit-sakitnya.

---

adimodel yang sehari-harinya berkutat dengan imaji-imaji visual sebagai seorang fotografer kali ini mencoba “memotret” keindahan dan kegilaan cinta dengan kata-kata dan dari sudut pandangnya yang unik dan romantis. Tutur kata dan ilustrasi di dalam buku ini yang begitu puitis dan menggigit dapat membuat hati siapa pun luluh dalam keriuhan cinta yang setinggi-tingginya.


Saat sedang jatuh cinta, kita sedang merayakan hidup, merayakan sebuah kebahagiaan. Buku ini merupakan perayaan terhadap cinta. Karena cinta itu sebuah anugerah. Cinta itu sebuah mukjizat. Buku ini ingin mengajak pembaca untuk berani mencintai, apa pun akibatnya. Berjuang dengan segigih-gigihnya, mencintai dengan setinggi-tingginya. 

Aku Ingin Jatuh Cinta Sesakit-Sakitnya

Sembang Buku

© Lubuk Buku Malaysia. Design by Fearne.