CHAIRIL ANWAR

Aku Ini Binatang Jalang adalah kumpulan puisi terlengkap karya penyair terbesar Indonesia CHAIRIL ANWAR. Sajak-sajaknya abadi dan terus dibacakan sepanjang masa. Selain keseluruhan sajak asli, dalam koleksi ini dimuat surat-surat Chairil kepada karibnya, H.B. Jassin.

Sajak-sajaknya men yediakan dasar bagi penulisan puisi sampai hari ini, demikian tulis Nirwan Dewanto dalam Kata Pembuka buku ini. Sementara Sapardi Djoko Damono menulis dalam Kata Penutup, bahwa beberapa sajak Chairil yang terbaik menunjukkan ia telah bergerak begitu cepat ke depan, sehingga bahkan bagi banyak penyair masa kini taraf sajak-sajaknya tersebut bukan merupakan masa lampau tetapi masa depan, yang mungkin hanya bisa dicapai dengan bakat, semangat dan kecerdasan yang tinggi.

Aku Ini Binatang Jalang


“Bom atom pertama meledak di Kota Hiroshima. Langit berselaput awan cendawan berbisa. Ketika memburai awan ini, bumi laksana hujan salju yang ganas. Gedung-gedung beton runtuh. Aspal-aspal jalan terbakar menyala. Bumi retak-retak berdebu, di segala penjuru. Dan beribu tubuh manusia meleleh, tewas atau terluka. Seekor kuda paling binal, berbulu putih dan rambut kuduk tergerai, berlari di pusat kota, Jakarta. Tidak peduli pada yang ada, sekelilingnya, juga tidak pada manusia. Dia meringkik alangkah dahsyatnya, menampak dan menyepak alangkah merdekanya. Dunia ini, seolah cuma menjadi miliknya! Dan sekaligus seolah dia bicara:

kalau sampai waktuku

kumau tak seorang kan merayu

tidak juga kau

tak perlu sedu sedan itu

aku ini binatang jalang

dari kumpulannya terbuang



Gaung suara ini seolah membelah langit, membelah bumi.”

Adegan-adegan film yang tergambar dalam skenario ini tak sempat diwujudkan oleh sang penulis sekaligus sutradara, Sjuman Djaya. Niatnya untuk mewariskan semangat penyair besar yang dikaguminya, Chairil Anwar, bagi para penikmat sinema tak pernah jadi nyata. Namun tak dapat disangkal bahwa skenario ini merupakan salah satu karya terpenting Sjuman Djaya yang menempatkannya di jajaran para seniman besar Indonesia.

Aku

Sembang Buku

© Lubuk Buku Malaysia. Design by Fearne.