BOY CANDRA

Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri.

Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi di mataku. Namun ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi.

Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih.

Aku sadar, terkadang orang yang kita cintai diciptakan Tuhan bukan untuk dimiliki, tetapi aku ingin Tuhan menciptakanmu untuk memilikiku.

Setelah Hujan Reda


Pada akhirnya, kamu hanya perlu mensyukuri apa pun yang kamu miliki hari ini. Walaupun yang kamu tunggu tak pernah datang.

Walaupun yang kamu perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. Nikmati saja.

Kelak, dia yang kamu cintai akan tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.

- Boy Candra -

Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang


Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya, berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, sering kali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan sering kali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?

Sungguhlah, hal paling menyedihkan untuk ditatap di dunia ini adalah perempuan yang sedang patah hatinya. Walau kau tahu, setelah patah hati selalu ada cinta yang lebih baik. Jangan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang salah. Sesuatu yang seolah menyakitimu. Kau dan aku pernah sepakat, bahwa bukan cinta yang menyakiti manusia. Sebab pada hakikatnya, cinta adalah kebahagiaan, walaupun patah hati tetap saja bisa menjadi kenangan tidak menyenangkan yang berulang.

Beberapa orang tak akan percaya, bahwa kenyataan kadang terlalu sakit baginya, hal yang menjadi alasan untukku menulis cerita-cerita di buku ini. –Boy Candra

Satu Hari di 2018


Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling membahagiakan?

Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya.

Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mampu kusembunyikan ketika mengingatmu.

Namun, aku sadar. Harapan-harapan yang dulu sempat memudar, harus kubangun lagi dan kumulai. Bukankah tak salah bila aku ingin mengulang rasa yang dulu pernah ada? Meski kutahu, rasa itu tak akan benar-benar sama.

Karena, cinta bukan tentang bagaimana rasa itu jatuh, melainkan bagaimana ia tetap bisa hidup di dada yang rapuh.

Pada Senja yang Membawamu Pergi


Blurb

Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing mendekatimu.

Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.

Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi


“Kamu. Iya kamu! Pernah mikir nggak sih, gimana susahnya menjaga hati? Tapi, kenapa kamu justru pergi dengan perempuan jalang itu. Kamu benar-benar lelaki sialan!”

Rasa benciku kini menggunung. Rasa sakitku tak dapat ditahan. Rasa kecewa atas sebuah pengkianatan. Rasa sesal. Semuanya menumpuk menjadi satu. Semuanya bercampur aduk. Ingin segera melupakannya. Tapi, cinta tak semudah itu pergi dari hati. Aku putuskan untuk mengabadikan kenangan ini, melalui origami hati dalam botol. Tapi aku sadar, kalau suatu saat, aku akan didatangi kenangan itu. Bahkan, saat aku tak siap sekalipun.

Memang benar, cinta adalah cara Tuhan mengisi hati dengan hal-hal yang kadang tak pernah aku pikirkan. Hingga akhirnya, seorang lelaki baru hadir menggantikan kamu. Tapi, kenapa kamu kembali hadir saat Tuhan memberikan harapan baru untukku. Sekarang, aku ragu. Kamu atau dia yang harus kupilih? Kenapa saat merasakan jatuh cinta, aku tak punya tempat untuk membaginya.

Bodoh memang kalau aku harus memikirkan kamu. Lelaki yang tak pernah tahu tentang sakit yang kurasakan. Tapi kalau tak bodoh, bukan cinta namanya.

“Tuhan. Aku berharapa Kau memilihkan lelaki mana yang pantas untukku. Sebab aku tahu, Engkau tak pernah salah dalam memilihkan siapa yang tepat untuk aku.”

Origami Hati


Dear, Ayah

Apa kabar? Kuharap kau selalu dalam keadaan baik dan sehat. Tak terasa waktu bergulir dan aku beranjak dewasa.

Tapi, semangat dan tenagamu untuk kami sekeluarga tak pernah pudar sedikit pun.

‘Kagum’ setidaknya hanya kata kecil yang bisa kuucapkan.

Ayah, sungguh kuingin membuatmu bahagia juga bangga.

Di relung hati kusematkan namamu dalam doa.

Aku sayang Ayah. Maaf, aku tak pernah mengatakannya…

Surat Kecil untuk Ayah (New Edition)


Ada banyak sekali hal yang tak bisa kuutarakan, maka kutuliskan saja. Semua perasaan yang tak tersampaikan, hal-hal yang mungkin terasa menyakitkan, perihal kamu dan dia yang rumit, atau catatan-catatan yang tak pernah kukirim langsung untukmu, tetapi kutulis dalam sedihku. Semua perasaan itu akhirnya membuatku mengerti arti jatuh dan cinta. Aku–atau kamu–akan selalu punya alasan untuk kembali bangkit. Meski banyak perjalanan yang pernah terasa begitu sulit. Maafkan jika beberapa hal dariku terasa menyakitkan. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa ada bagian yang terlalu sulit dikatakan, tetapi harus tetap kukatakan. Sulit untuk kutolak, tetapi tetap harus kutolak. Sebab, aku harus tega membunuh semua rasa yang hanya akan mempersulit bagian-bagian hidupku. Perasaan yang jika kuturuti tak juga baik untukmu. Semoga kamu mengerti, bahwa tidak semua hal baik bisa dilalui dengan menyenangkan di dunia ini.

Jatuh dan Cinta


Dari sudut kota yang jauh. Perasaan kepadamu tetaplah hal yang utuh. Sebab kamu bagian dari rencana-rencana besarku. Bagian penting dari hal-hal yang kumiliki dalam hidupku. Maka, bertahanlah di sana tanpa rasa curiga. Tanamkan dalam dadamu apa yang aku perjuangkan sepenuh jiwa.

Bersabarlah di sana, biar kukembangkan lebih lebar lagi sayapku di sini. Semoga tidak lama lagi semesta memisahkan kita. Agar segala yang membuatmu cemas dan ragu bisa tiada.

Cinta Paling Rumit

Sembang Buku

© Lubuk Buku Malaysia. Design by Fearne.